Penjelasan Ilmuwan Mengenai Kematian
Posted by: Dat-s Posted date: 5:23 PM / comment : 0
![]() |
| Cahaya biru neon atau jalur kematian sel pada cacing |
LONDON - Studi terbaru mengungkap bagaimana kematian dalam organisme, seperti manusia, menyebar seperti gelombang dari sel ke sel sampai individu itu akhirnya meninggal. Studi menunjukkan sesuatu yang mustahil, di mana ilmuwan pada kasus tertentu kemungkinan dapat menghentikan proses biokimia yang menyebabkan gelombang kematian.
Dalam arti lain, ilmuwan mengklaim dapat 'menghidupkan' kembali individu yang mati. Dikutip dari Okezone.com yang Dilansir Discovery, Kamis, (25/7/2013), sulit mempelajari kehidupan dan kematian pada hewan. Sebab, belum ada individu yang ingin menjadi sampel percobaan kematian, kecuali cacing.
Dengan mempelajari cacing, ilmuwan menganalisis bagaimana proses mekanisme yang serupa dengan makhluk hidup mamalia. Studi ini diterbitkan dalam jurnal PLoS Biology.
Sebuah fitur yang luar biasa dari cacing adalah ketika hewan ini mati, maka penyebaran kematian melalui tubuh cacing bisa dilihat melalui bantuan alat seperti mikroskop. Ketika mati, hewan melata ini mengeluarkan cahaya biru neon yang disebabkan oleh nekrosis atau jalur kematian sel.
Hal ini juga terkait pada sinyal kalsium. David Gems dari Institute of Health Aging di University College London mengatakan, peneliti telah berhasi mengidentifikasi jalur kimia penghancuran diri pada cacing.
"Kami telah mengidentifikasi jalur kimia penghancuran diri yang menyebarkan kematian sel dalam cacing, yang kita lihat karena fluoresensi biru ini menyala melalui tubuh. Ini seperti 'Grim Reaper' biru, pelacakan kematian karena menyebar ke seluruh organisme sampai semua kehidupan dipadamkan," jelas David.
Jika studi cacing ini melahirkan sejumlah indikasi, peneliti mungkin dapat menghentikan biokimia sinyal kalsium yang menyebarkan kematian. "Kami menemukan bahwa ketika kami memblokir jalur ini, kami bisa menunda kematian yang disebabkan oleh stres seperti infeksi. Namun, kami tidak bisa memperlambat kematian akibat usia tua," jelas David.LONDON - Studi terbaru mengungkap bagaimana kematian dalam organisme, seperti manusia, menyebar seperti gelombang dari sel ke sel sampai individu itu akhirnya meninggal. Studi menunjukkan sesuatu yang mustahil, di mana ilmuwan pada kasus tertentu kemungkinan dapat menghentikan proses biokimia yang menyebabkan gelombang kematian.
Dalam arti lain, ilmuwan mengklaim dapat 'menghidupkan' kembali individu yang mati. Dikutip dari Okezone.com yang Dilansir Discovery, Kamis, (25/7/2013), sulit mempelajari kehidupan dan kematian pada hewan. Sebab, belum ada individu yang ingin menjadi sampel percobaan kematian, kecuali cacing.
Dengan mempelajari cacing, ilmuwan menganalisis bagaimana proses mekanisme yang serupa dengan makhluk hidup mamalia. Studi ini diterbitkan dalam jurnal PLoS Biology.
Sebuah fitur yang luar biasa dari cacing adalah ketika hewan ini mati, maka penyebaran kematian melalui tubuh cacing bisa dilihat melalui bantuan alat seperti mikroskop. Ketika mati, hewan melata ini mengeluarkan cahaya biru neon yang disebabkan oleh nekrosis atau jalur kematian sel.
Hal ini juga terkait pada sinyal kalsium. David Gems dari Institute of Health Aging di University College London mengatakan, peneliti telah berhasi mengidentifikasi jalur kimia penghancuran diri pada cacing.
"Kami telah mengidentifikasi jalur kimia penghancuran diri yang menyebarkan kematian sel dalam cacing, yang kita lihat karena fluoresensi biru ini menyala melalui tubuh. Ini seperti 'Grim Reaper' biru, pelacakan kematian karena menyebar ke seluruh organisme sampai semua kehidupan dipadamkan," jelas David.
Jika studi cacing ini melahirkan sejumlah indikasi, peneliti mungkin dapat menghentikan biokimia sinyal kalsium yang menyebarkan kematian. "Kami menemukan bahwa ketika kami memblokir jalur ini, kami bisa menunda kematian yang disebabkan oleh stres seperti infeksi. Namun, kami tidak bisa memperlambat kematian akibat usia tua," jelas David.
About Dat-s
This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Latest
Popular Posts
-
Ilustrasi CALIFORNIA - Apple dilaporkan memperpanjang kerjasama dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) selama tiga tahun ...
-
CALIFORNIA - Kehadiran Xbox One tentunya akan disertai banyak ekspektasi dari para gamer yang memang menunggu kehadiran konsol ini. Mayorit...
-
TOKYO - Nintendo Wii U yang diterpa masalah teknis akhirnya memperoleh pembaruan piranti lunak. Sayangnya, pembaruan ini tidak berpengaruh ...
-
LG memperkenalkan produk terbarunya yakni LG Optimus L5 Series II. Produk ini merupakan wajah terbaru dari L5 seri pertama yang sebelumnya s...
-
Kamera Digital Nikon D5300 Tekno-Masakini-(Kamera Digital) : Kamera digital dengan konektifitas Wi-Fi memang sudah banyak tersebar di mana...
-
Zalora raih penghargaan Muri (foto: Luthfi/Okezone) JAKARTA - Pengguna platform Android yang besar di Indonesia, Zalora Indonesia memperlua...
-
Tren smartphone dengan ukuran layar besar tampaknya mulai mewabah Indonesia. Terbukti, sejumlah vendor tidak hanya memasarkan smartphone “ju...
-
Telkomsel Siau - Internet sudah menjadi kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat yang ada di belahan bumi, sehingga membuat para provider ...
-
Foto Ilustrasi : Alat Telekomunikasi Telepon Seluler Tekno-Masakini-(4G) : Jaringan seluler super cepat generasi keempat (4G) Long Term Ev...
-
Manusia Bionik Pertama Di Dunia Tekno-Masakini-(Manusia Bionik) : Para ilmuwan dari Shadow Robot Washington, belum lama ini berhasil mencip...

No comments: